Jaman sekarang teknologi semakin canggih mulai dari HP,Laptop,Kamera dan barang elektronik lainnya, terutama HP pada jaman sekarang makin berkembang pesat dengan berbagai fasilitasnya yang sangat menggiurkan terutama bagi para remaja yang selalu ingin mengikuti berbagai trend masa kini.
Popularitas
dan kecanggihan dari perangkat yang menggunakan sistem operasi Android
membuat banyak orang tertarik untuk memilikinya. Tidak sedikit dari
perangkat - perangkat tersebut yang memiliki banderol harga yang tinggi,
sehingga membuat beberapa orang akan berpikir dua kali untuk
membelinya. Namun karena tingginya minat masyarakat akan "HP mahal"
tersebut, beberapa oknum pun memanfaatkannya untuk mengais keuntungan
dengan menjual perangkat "serupa tapi tak sama" alias replika.
Perangkat
replika / tiruan / KW / Super Copy tersebut dibanderol dengan harga
jauh lebih murah dibanding dengan harga resmi nya, tentu saja untuk
menarik peminat untuk membelinya. Biasanya sang penjual sudah
mencantumkan atau memberitahukan bahwa produk yang mereka jual adalah
barang tiruan / replika, atau mungkin BM (Black Market), namun beberapa
pihak (biasanya toko / counter) tidak akan memberitahukan apakah produk
yang mereka jual adalah BM atau bukan. Dan perlu diketahui pula bahwa
barang replika (tiruan) dengan barang BM adalah berbeda.
Perbedaan
barang BM dengan barang replika adalah : Barang BM adalah produk asli,
namun tidak melalui proses yang sah sehingga bisa dikatakan ilegal.
Biasanya produk yang seperti ini tidak memiliki garansi resmi dari
produsen namun tetap memiliki "garansi distributor".
Sedangkan barang replika adalah barang yang sepenuhnya palsu yang
memiliki kualitas jauh dibawah produk asli namun dirancang semirip
mungkin dengan produk yang ingin ditiru. Biasanya barang replika
sendiri memiliki kemiripan yang sulit dibedakan secara kasat mata,
terutama bagi orang awam.
Berikut langkah yang bisa dilakukan dengan bertahap :
1. Gunakan aplikasi Benchmark
Aplikasi
benchmark biasanya digunakan untuk mengukur performa perangkat, namun
kita juga bisa memanfaatkannya untuk mengetahui apakah perangkat yang
diukur tersebut asli atau palsu. Lakukanlah tes dengan menggunakan
aplikasi benchmark (pada contoh dibawah adalah antutu benchmark) lalu
akan muncul beberapa keterangan tentang perangkat yang anda gunakan.
Pada beberapa aplikasi benchmark biasanya juga menunjukkan spesifikasi
lengkap dari perangkat yang anda gunakan. Jika spesifikasi yang
ditunjukkan pada apps tersebut ternyata tidak sama dengan spesifikasi
seharusnya, maka dapat diindikasikan bahwa perangkat anda adalah palsu.
![]() |
| Sumber gambar : Ilmu Android |
2. Lakukan tes pada kamera
Silahkan
potret objek apa saja dengan menggunakan kamera di perangkat yang anda
gunakan. Lalu copy atau cek hasil foto tersebut pada komputer atau
laptop (OS Windows). Klik kanan pada foto tersebut lalu pilih properties.

Kemudian akan muncul keterangan pada foto tersebut. Jika anda menggunakan OS Windows 7, silahkan klik details seperti
yang ditunjukkan oleh panah berwarna merah pada gambar dibawah ini.
Lalu akan muncul keterangan lebih lanjut dari foto tersebut, dan anda
bisa menemukan jenis perangkat apa yang digunakan untuk mengambil foto
tersebut. Jika jenis perangkat yang tertera tidak sesuai dengan jenis
(kode / model) perangkat yang seharusnya, maka dapat diindikasikan bahwa
perangkat Android yang anda gunakan adalah palsu.

3. Lakukan pengecekan IMEI
IMEI
adalah serangkaian kode yang menunjukkan identitas dari tiap perangkat
mobile. Jadi di tiap - tiap perangkat mobile yang resmi beredar
dipasaran pastilah memiliki kode IMEI. Anda bisa mengecek kode IMEI pada
perangkat Android anda dengan cara menekan tombol *#06# pada menu
telepon (tidak perlu menekan tombol yes / OK) lalu perangkat akan secara
otomatis menunjukkan 15 digit kode yang merupakan kode IMEI. Catatlah
kode tersebut dan cocokkan dengan kode IMEI pada bagian belakang ponsel
(biasanya ada dibawah baterai) dan kotak atau dus perangkat.
Jika
terdapat salah satu kode yang tidak sesuai satu sama lain, kemungkinan
produk yang anda gunakan adalah asli, namun telah di rekondisi (barang
bekas yang diperbaharui dengan mengganti beberapa komponen agar terlihat
baru) dan dijual kembali dalam keadaan (dan harga) "BARU".
Jika
dengan menekan tombol tersebut perangkat anda tidak merespon apapun,
maka dapat dipastikan bahwa perangkat yang anda gunakan adalah ilegal
(BM) atau palsu. Anda juga bisa mengecek kode IMEI dengan cara yang
lain, yakni dengan masuk ke menu setting -> about phone ->status. Maka akan muncul beberapa informasi mengenai perangkat yang anda gunakan termasuk kode IMEI (atau IMSI)

Nah itu tadi bagaimana cara membedakan hp replika atau tidak. semoga berguna ya :)
